Transisi energi merupakan salah satu upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia. Indonesia berkomitmen untuk memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau dan bersih guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan melalui transisi energi. Kebijakan peralihan energi yang tercantum pada dokumen Indonesia Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (Indonesia LTS-LCCR 2050) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki target puncak emisi karbon pada 2030 dan netralitas karbon pada 2060 atau lebih cepat. Sebagai upaya menuju net zero carbon, Pemerintah telah mengimplementasikan beberapa kebijakan untuk mendukung transisi energi di Indonesia, antara lain peningkatan bauran energi terbarukan, penutupan dini PLTU batu bara, dan elektrifikasi kendaraan. Industri juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung dan mempercepat proses transisi energi, baik di tingkat nasional maupun global. Sektor industri dapat berkontibusi dalam pengembangan teknologi bersih yang ramah lingkungan, melakukan efisiensi energi, meminimalisir limbah serta karbon emisi yang dihasilkan oleh industri serta penggunaan energi baru terbarukan.

